5. Emmeline Pankhurst
Emmeline Pankhurst adalah pendiri Persatuan Politik dan Sosial Perempuan pada tahun 1903. Persatuan ini memperjuangkan hak pilih perempuan di Inggris selama 25 tahun ke depan. Perjuangan ini kadang-kadang menggunakan taktik militan, seperti pembakaran. Pankhurst sempat dipenjara beberapa kali dan turut berpartisipasi dalam aksi mogok makan ketika di penjara.
Pankhurst sempat bergabung dengan Masyarakat Fabian dan kemudian bergabung dengan Partai Buruh Independen. Dalam semua pengalamannya dia mengamati posisi inferior perempuan dan penindasan hukum serta sosial oleh laki-laki. Dia menyimpulkan bahwa hanya dengan hak-hak politik bagi perempuan yang akan membebaskan perempuan dan mereformasi masyarakat pada umumnya. Pankhurst lahir 15 July 1858, di Moss Side, Manchester, Lancashire.
6. Bunda Teresa
Bunda Teresa dikenal sebagai seorang birawati Katolik Roma keturunan Albania, berkebangsaan India. Dia juga mendirikan Misionaris Cinta Kasih di Kalkuta, India, pada 1950. Selama lebih dari 47 tahun, dia melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat. Sementara membimbing ekspansi Misionaris Cinta Kasih yang pertama di seluruh India dan selanjutnya di negara lain. Setelah kematiannya, dia mendapat gelar beata oleh Paus Yohanes Paulus. Pada 1970-an, dia menjadi terkenal di dunia Internasional untuk pekerjaan kemanusiaan dan advokasi bagi hak-hak orang miskin dan tak berdaya.
7. Florence Nightingale
Florence adalah seorang perawat. Dedikasi pada profesinya dan juga sesame rekan perawatnya memberi arti baru bagi profesi keperawatan. Dia telah menyelamatkan banyak nyawa prajurit selama perang Krimea dan membuat perubahan besar pada pandangan perawat lainnya. Baginya, menjadi perawat bukanlah pekerjaan melainkan pengabdian.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.