Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Duka Nurul, Meninggal Setelah Melahirkan Gara-Gara Preeklampsia

Tiara Putri , Jurnalis-Senin, 15 April 2019 |20:32 WIB
Kisah Duka Nurul, Meninggal Setelah Melahirkan Gara-Gara Preeklampsia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

(Ilustrasi melahirkan)

 Baca Juga: 5 Potret Ayu Ting Ting Pakai Hijab saat Liburan di Turki, Bikin Adem Lihatnya

Preeklampsia memang lebih mungkin terjadi pada kehamilan pertama. Dalam kondisi sehat, biasanya ibu hamil yang mengalami preeklampsia akan melahirkan lebih cepat dari perkiraan waktu. Hal ini dilakukan guna mencegah komplikasi serius pada ibu dan janin dalam kandungan. Terlebih pasokan nutrisi pada janin menjadi terganggu karena preeklampsia membuat plasenta menjadi abnormal.

Akan tetapi, pada saat almarhumah Nurul diketahui mengalami preeklampsia, kondisinya tidak memungkinkan untuk segera menjalani operasi melahirkan. Menurut dokter yang menangani, preeklampsia yang dialami oleh almarhumah tergolong berat dan ketika itu trombositnya sangat rendah.

Dihadapkan pada situasi yang sulit, almarhumah Nurul tidak bisa berpikir terlalu banyak. Belum lagi kondisi psikologisnya turut terpengaruh. Sementara Farabi berpikir agar operasi caesar dijalankan ketika kondisi sang istri sudah benar-benar kuat. “Tapi tiba-tiba istri saya kejang yang merupakan efek preeklampsia sehingga sudah enggak ada pilihan selain operasi,” imbuhnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement