
Tapi sayangnya, tradisi menato tubuh belakangan ini sudah mulai menghilang di kalangan suku asli Mentawai. Hal ini disebabkan karena para kepala suku dan dukun di Mentawai sudah banyak yang tutup usia dan tidak sembarangan orang yang diperbolehkan untuk menato tubuh penduduk lain.
"Di Mentawai itu tidak sembarangan orang diperbolehkan menato, karena dibutuhkan keahlian khusus dan harus lewat proses upacara pemilihan 'Sipatiti' (artis tato)", pungkas Barry.
So, semakin bangga bukan kita sebagai warga Indonesia. Terus lestarikan budaya dan adat Indonesia, sebab kalau bukan kita, siapa lagi?
(Helmi Ade Saputra)