Ekujumi Olarenwaju, seorang dokter kandungan kebidanan yang berbasis di Lagos, sekitar 160 km jauhnya, percaya penyebab fenomena ini terjadi adalah pada makanan, karena jenis ubi yang sama dimakan di tempat lain di dunia tidak menghasilkan fenomena yang sama. Ia mengakui kalau secara ilmiah memang belum ada jawaban yang tepat, namun warisan menjadi salah satu alasan kenapa fenomena ini terjadi.
“Salah satu alasan yang masuk akal adalah aspek warisan atau keturunan, karena mungkin selama bertahun-tahun mereka menikah, mereka sekarang memiliki gen yang terkumpul dan terkonsentrasi di lingkungan itu,” ujarnya.
Tetapi para wanita yang menjual tumpukan daun okra di pasar kota tidak setuju. Mereka mengatakan tradisi lokal tentang bagaimana daun dikonsumsi sangat penting. Misalnya, rebusan yang terbuat dari daun harus segera dimakan dan tidak pernah disimpan. Oyenike Bamimore, yang menjual roti, mengatakan bahwa dia adalah bukti hidup bahwa diet adalah penyebabnya.
BACA JUGA : Heboh Foto Mesra Jedar dan Pacar di Bali, Netizen : Gila Belum Nikah Aja Udah Begini Fotonya!
"Karena saya banyak makan daun okra, saya melahirkan delapan pasang anak kembar," tuturnya.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.