“Asap hasil pembakaran rokok adalah tar dan nikotin sementara vape tidak ada tar sama sekali. Semua yang dibakar pasti akan menghasilkan tar. Sementara vape adalah uap yang dipanaskan,” terang drg. Amaliya, dalam acara Gebrak, Selasa (9/4/2019).
Dokter Amaliya menegaskan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Health England, menyatakan bahwa vape 95 persen lebih aman dibandingkan seseorang yang merokok secara konvensional.
“Health england yang didukung oleh perdana menteri mengatakan bahaya vape sudah berkurang sebesar 95 persen dari rokok elektrik. Jadi hanya 5 persen yang masih berbahaya,” lanjutnya.
Lebih lanjut drg. Amaliya juga menjelaskan bahwa seorang perokok akan berpotensi mengalami kematian sel. Namun hal tersebut bisa dihindari dengan mengalihkan kebiasaan menggunakan vape, mengingat kandungan rokok elektrik ini yang lebih aman bagi kesehatan penggunannya.
“Pasalnya air vape terdiri dari air perasa dan nikotin dan lebih aman dari rokok konvensional yang menghasilkan 400 zat berbahaya dan memicu kanker. Rokok yang dibakar menyebabkan kematian sel, sementara vape 90 persen lebih aman dari kematian sel,” tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)