Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyebab Bibir Sumbing Masih Misterius, Ribuan Kasus Bermunculan Tiap Tahun

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Selasa, 02 April 2019 |19:26 WIB
Penyebab Bibir Sumbing Masih Misterius, Ribuan Kasus Bermunculan Tiap Tahun
Ilustrasi Bibir Sumbing (Foto : Dickaplit)
A
A
A

Lebih lanjut penderita bibir sumbing dan langit-langit juga tidak bisa sembarangan dalam melakukan operasi. Mereka harus melewati berbagai persyaratan agar bisa dioperasi. Beberapa di antaranya adalah usia serta berat badan yang cukup, serta harus melewati tes kesehatan dan mendapat izin dari dokter yang bersangkutan.

"Usia yang tepat untuk melakukan operasi pertama kalinya adalah tiga bulan dengan berat minimal lima kilogram, sementara operasi kedua pada usia satu tahun dengan berat minimal 10 kilogram. Apabila diperlukan operasi ketiga untuk pembentukkan gigi, bisa dilakukan pada usia delapan tahun ," tutupnya.

Direktur Mitra Keluarga Depok, drg. Elisabeth Setyodewi, MM, menjelaskan tahun ini timnya memilih program operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis karena melihat banyaknya penderita yang tidak bisa berobat akibat keterbatasan ekonomi. Selain itu pihaknya juga memiliki dokter bedah plastik yang tertarik untuk melakukan operasi bibir sumbing dan langit-langit.

"Dokter bedah plastik tertarik untuk melakukan operasi bibir sumbing dan langit-langit, ia pun ahli dalam melakukan hal ini dan hasilnya pun baik. Pesertanya banyaknya menengah ke bawah, jadi oprasi bibir sumbing dan langit-langit ini kami putuskan menjadi baksos tahun ini," terang drg. Elisabeth.

Sekira 28 peserta bibir sumbing dan langit-langit ikut mendaftar dalam aksi baksos kali ini. Namun, setelah melewati seleksi ada sekira 20 orang yang dinyatakan bisa melakukan operasi, tapi satu peserta dinyatakan mundur dan hanya tersisa 19 orang.

"Ada 19 orang yang melakukan operasi bibir sumbing dan langit-langit secara gratis. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang datang dari Bangka Belitung, dan kami juga memberikan penginapan gratis bagi mereka," tuturnya.

Salah satu pasien yang mengikuti program operasi bibir sumbing dan langit-langit secara gratis adalah Arfadhitya Jailani. Ia mengikuti operasi bibir sumbing tahap pertama di usianya yang menginjak tiga bulan 27 hari. Sang ayah dengan sabar menunggu buah hatinya hingga keluar dari ruang operasi.

"Anak saya telah menderita bibir sumbing dan langit-langit sejak lahir. Untungnya kami tidak mengalami kesulitan selama tiga bulan sejak kelahirannya. Pasalnya dokter telah memberikan selang yang langsung menuju perut untuk mensuplai susu formula dan ASI yang menjadi makanannya," ucap orang tua Arfadhitya.

Orangtua Arfadhitya yang tinggal di daerah Fatmawati, Jakarta Selatan mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi ini.

(Muhammad Saifullah )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement