Kelahiran Azka adalah Anugerah
Sani coba mengulang kembali momen di mana dia ingin melahirkan bayi kecilnya. Tanggal 27 Oktober 2018, di RS Cinta Kasih Ciputat, Azka dilahirkan ke dunia. Berat badan saat lahir hanya 2,1 kg. Tidak ada tanda-tanda apapun. Azka lahir dengan tubuh yang normal. Tapi, karena tubuhnya sangat kecil, dokter pun menyarankan untuk Azka diinkubatorkan selama 2 hari.
Namun, kondisi berubah setelah seminggu kelahiran. Tubuh Azka menguning. Azka mengalami bocor jantung!
"Pas tahu kabar ini kita kaget tapi jug aberusaha tabah. Perut Azka pun makin lama makin membesar, dua kali lipatnya perut bayi pada umumnya. Akhirnya kita bawa ke dokter dan Azka dirawat inap selama 3 hari di rumah sakit tempat dia dilahirkan," terang Sani.
Karena tubuh Azka kuning, dokter pun menyarankan untuk menjemur Azka di bawah sinar matahari langsung. Tentunya juga mengonsumsi obat khusus yang sudah diresepkan. Upaya ini tentunya diharapkan agar kuning di tubuhnya berubah jadi warna kulit biasa.

Tapi, usaha tersebut ternyata tidak membuahkan hasil. Rutin di jemur di bawah matahari langsung membuat Azka malah semakin drop. Berat badannya menyusut dalam kondisi perut semakin membesar. Karena kondisi itu juga Azka ditolak untuk diberikan imunisasi.
Pemeriksaan demi pemeriksaan dilakukan kedua orangtua muda ini. Semua demi kejelasan diagnosis Azka dan tentunya demi kesehatan Azka. "Kami lakukan apapun selagi kami masih bisa. Usaha kita hanya untuk Azka dan kami percaya, usaha yang sungguh-sungguh dan berpasrah pada Tuhan, tidak akan sia-sia," ungkap sang ayah.
Bahkan, Rizqi melanjutkan, dirinya dan sang istri sudah siap jika Azka sembuh dengan cara meninggal dunia. Tapi, selagi Azka masih bisa tersenyum, Rizqi menambahkan, dia dan istri rela melakukan apapun untuk kesembuhan Azka.
Kisah Azka Viral di Twitter
Kisah Azka ini sempat viral di media sosial. Laman Kita Bisa untuk mendulang donasi untuk Azka pun ramai. Sampai saat ini, donasi yang terkumpul untuk Azka sudah mencapai Rp 147.097.446 di mana targetnya ialah Rp 150 juta.
Dana itu diperuntukan untuk screening cangkok hati, membeli obat-obatan dan vitamin yang tidak ditanggung BPJS, cek laboratorium di luar negeri, susu khusus, dan kebutuhan Azka sehari-hari.

Dari laman Kita Bisa yang diposting Elok Dyah Kusumawati, Azka hanya bisa mengonsumsi susu khusus yang mana harganya terbilang sangat mahal. Untuk satu kalengnya saja, harga dikisaran Rp 450 ribu-an.
"Untuk satu kaleng, Azka biasanya bisa menghabiskannya hanya dalam waktu 2 hari. Makanya, bisa dibilang susunya Azka biayanya Rp 200 ribuan per hari," terang Sani.
Terkait dengan profesi orangtua Azka, ayahnya hanya berprofesi sebagai sales hp di ruko pinggir jalan dan ibunya terpaksa resign dan sekarang menjadi pengendara ojek online.
"Kami tidak bisa hanya mengandalkan bantuan donasi. Gimana pun kita tetap harus punya tabungan sendiri dan itu juga yang membuat saya memutuskan untuk jadi pengendara ojek online. Ya, semuanya kami lakukan untuk Azka. Dia satu-satunya harta paling berharga di hidup kami. Azka adalah anugerah terindah yang Allah SWT titipkan untuk kami," kata Sani berkaca-kaca.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.