JIKA diperhatikan bayi yang baru lahir biasanya sering bersin. Bagi orangtua baru, hal ini biasanya cukup mencemaskan. Namun jangan khawatir, pasalnya bukan hanya anak Anda yang mengalaminya, melainkan hampir semua bayi yang baru lahir sering bersin-bersin. Mengapa bisa begitu?
Tak perlu panik dulu, sebab hal ini sangat normal terjadi. Bukan karena kedinginan atau sakit, bersin menjadi cara alami tubuh bayi untuk membersihkan saluran hidung dan pernapasannya.
Sama seperti orang dewasa, bayi bersin secara refleks. Kondisi ini terjadi ketika ada yang tidak beres pada saluran hidungnya. Bayi yang baru lahir memiliki saluran hidung yang lebih kecil dibandingkan orang dewasa. Oleh karena ukurannya lebih kecil, hidung bayi sangat mudah tersumbat.
Baca Juga: Kenali Gejala Awal Neuropati, Penyakit Akibat Terlalu Lama Bermain Gadget

ASI, lendir, dan debu menjadi penyebab paling umum yang menyumbat saluran napas buah hati Anda. Ketika bayi bersin, itu adalah sebuah tanda bahwa ia sedang menyingkirkan berbagai sumbatan yang menutupi saluran pernapasannya.
Selain itu, menurut Glade Curtis, M.D., seorang dokter kandungan di Amerika Serikat, bersin juga membantu membuka kembali lubang hidung bayi yang tertutup sementara saat menyusui. Oleh karena itu, bayi akan membukanya kembali dengan cara bersin.
Untuk itu, jika bayi sering bersin tanpa disertai tanda penyakit lain, tak perlu khawatir. Hal ini dilakukan tubuh si kecil untuk membuatnya tetap bisa bernapas dengan sempurna.
Baca Juga: Foto Bareng Menteri Susi, Luna Maya Tenteng Tas Hermes Rp240 Juta

Meski normal, bayi yang baru lahir juga bisa bersin karena jatuh sakit. Biasanya bayi yang sering bersin tandanya sedang mengalami infeksi pernapasan. Agar ibu mudah mengenalinya, berikut berbagai gejala selain bersin yang menjadi tanda penyakit seperti batuk, sulit bernapas, tidak mau makan atau minum, kelelahan, biasanya ditandai dengan tubuh yang lemas dan demam di atas 38 derajat celcius.
Dalam beberapa kasus, frekuensi bersin yang sering pada bayi bisa jadi merupakan tanda Neonatal Abstinence Syndrome (NAS). Kondisi ini biasanya terjadi ketika seorang ibu telah menyalahgunakan zat tertentu dan mengalami kecanduan selama kehamilan. Beberapa zat yang paling sering disalahgunakan, misalnya alkohol, heroin, dan metadon.