Pengembangan destinasi wisata dengan konsep nomadic tourism kini tengah gencar dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pariwisata. Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, nomadic tourism merupakan pembangunan destinasi yang bergerak cepat. Dengan begitu, hasilnya bisa segera dilihat terutama dalam segi amenitas.
Labuan Bajo adalah salah satu destinasi wisata yang saat ini tengah difokuskan untuk mengembangkan nomadic tourism. Terlebih destinasi yang berada di Nusa Tenggara Timur itu menjadi super prioritas dalam 10 Bali Baru. Banyaknya wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang datang mendorong pemerintah untuk terus memberikan fasilitas yang memadai.
Menurut Direktur Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores, Shana Fatina, nomadic tourism sebenarnya sudah ada sejak dulu. Di Labuan Bajo, tak sedikit wisatawan yang datang untuk menjajal pengalaman live on board. Dalam kegiatan atraksi tersebut, para wisatawan akan menginap di kapal dan mengunjungi spot-spot terbaik untuk menyelam maupun snorkeling.

"Nomadic tourism ini muncul karena keterbatasan amenitas atau atraksi yang ada di darat karena kebanyakan di laut. Untuk sekarang ini kita melihat potensi live on board dikemas menjadi lebih banyak lagi. Contohnya dengan aktivitas kemping, berkunjung ke obyek wisata di darat, dan lainnya, termasuk juga over land Flores," ungkap Shana saat ditemui Okezone dalam kunjungan Menpar Arief ke Labuan Bajo, 25-26 Maret 2019.