“Waktu itu saya pulang nongkrong jam 10.00 malam. Itu jam-jam rawannya. Jadi yang dikatakan penduduk sekitar itu benar. Kalau ada pengendara yang lewat di lampu merah Rivoli, mereka kadang tidak bisa melihat apakah lampu lalu lintas tersebut sudah hijau atau merah. Kayak tiba-tiba hilang gitu,” ungkap Rizki.
“Saya pun waktu itu mengalaminya. Saya ditabrak motor dari arah berlawanan karena taksi di depan saya tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Supirnya ngaku kalau ia tidak menyadari ada lampu merah. Saya juga tidak lihat waktu mau menyalip, jadinya saya yang ditabrak,” timpalnya.
Disra mengatakan, konon katanya, di dekat lampu merah tersebut berdiri sebuah bangunan tua yang dulunya dioperasikan sebagai bioskop. Seiring berjalannya waktu, gedung tersebut diruntuhkan dan dibangunlah sebuah hotel.
“Jadi menurut staf hotel, mereka sering melihat penampakan kuntilanak di salah satu kamar hotel. Entah kenapa, lampu merah di dekat hotel itu terkena imbasnya dan jadi angker. Orang-orang bilang sih sampai minta tumbal,” tutup Disra.
(Renny Sundayani)