Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Unik, Desa Ini Haramkan Wanita Melahirkan

Agregasi Solopos , Jurnalis-Kamis, 21 Maret 2019 |15:03 WIB
Unik, Desa Ini Haramkan Wanita Melahirkan
Desa Ini Melarang Wanita Melahirkan (Foto: BBC)
A
A
A

Biasanya, wanita hamil dikirim keluar desa satu hingga dua bulan sebelum melahirkan. Namun, dalam beberapa kasus, wanita hamil harus dibawa keluar desa saat kontraksi. Hal ini menyebabkan bayi dalam kandungan mengalami komplikasi.

Peraturan unik di Desa Mafi Dove dikaitkan dengan leluhur, yakni seorang pemburu bernama Togbe Gbewofia Akiti. Menurut tetua desa, saat Togbe menginjakkan kaki di wilayah itu, terdengar suara dari langit yang memberi isyarat tempat itu sangat sakral. Jika ingin ditinggali, penduduk harus menaati tiga aturan, tidak ada hewan peliharaan, tidak ada kuburan, dan tidak ada persalinan.

“Di mana ada kejahatan, maka tidak akan ada perkembangan. Karena aturan ini, tidak pernah ada pertumpahan darah, kejahatan, dan sebagainya. Anda diperbolehkan membawa hewan dan menyembelihnya. Wanita boleh menstruasi, tapi tidak boleh melahirkan. Kami menjunjung tinggi aturan itu,” terang tetua Desa Mafi Dove.

Mencegah kelahiran adalah hal yang tidak mungkin. Tetua desa mengaku ada beberapa bayi yang lahir di sana. Namun, mereka menjadikan kasus tersebut sebagai pengecualian. Selanjutnya, mereka melakukan ritual bersih desa untuk menenangkan dewa.

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak wanita yang melanggar aturan persalinan. Mereka nekat melahirkan di sana karena tidak mau anak-anak diasingkan oleh masyarakat. Namun, tetua desa menentang keras hal ini. Solusinya, penduduk membangun klinik bersalin di luar desa untuk memudahkan persalinan.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement