Itu dilakukan juga sebagai bukti kerja keras Anissa. Dia tidak hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga, tapi dia memaksimalkan kemampuan lain dalam dirinya dan majikannya mendukung.
Tidak bisa menutup mata, mereka yang bekerja di luar negeri sebagai asisten rumah tangga banyak yang mendapat pengalaman kurang menyenangkan. Tapi, Anissa mengaku bersyukur dia memiliki majikan yang baik hati.
"Memang ada yang dapat pengalaman buruk, tapi di Taiwan, majikan banyak yang baik-baik dan mereka menerima sesama," ujarnya.

Tidak berhenti di situ kebahagiaan yang didapat Anissa. Jodoh pun dia temukan di Taiwan. "Dia orang Indonesia yang bekerja di Taiwan, dia bekerja sebagai pemain band. Aku dan pasanganku pun menikah di Taiwan," tambahnya.
Anissa melanjutkan, sekalipun dia tak ikut kelompok TKI di Taiwan, tapi dia tahu banyak TKI yang aktif berkegiatan di Taiwan. Misalnya saja para TKI yang membuat film pendek, mengadakan pengajian di Taipei setiap bulannya, nge-band, dan banyak lainnya kegiatan positif.
"Aku menemukan kebahagiaan aku di sini, tapi aku juga rindu dengan keluarga, adik aku, teman-teman di Indonesia. Aku enggak melupakan mereka semua, tidak akan pernah," ungkapnya.

Sementara itu, Anissa punya sedikit nasihat untuk teman-teman yang berniat untuk bekerja di luar negeri.
"Untuk kalian yang mau bekerja di luar negeri, enggak usah takut. Asal niat dan tujuan baik, Insha Allah Tuhan akan menjaga kalian di sini dan selalu memohon doa kepada orangtua karena saya selalu percaya doa orangtua selalu menyertai saya sampai detik ini," tambah Anissa.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.