Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Pemakai Susuk Pantang Makan Sate?

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Kamis, 21 Februari 2019 |09:00 WIB
Benarkah Pemakai Susuk Pantang Makan Sate?
Pemakai susuk pantang makan sate? (Foto: Youtube)
A
A
A

SEBAGIAN besar masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan susuk. Ini adalah peranti gaib yang dinilai punya manfaat sebagai pemikat atau penambah daya pesona terhadap manusia. Alhasil susuk menjadi primadona dan sering digunakan oleh kebanyakan masyarakat.

Menurut kabar yang beredar, setiap orang yang menggunakan susuk harus melewati beberapa pantangan. Salah satunya yang paling sering dibicarakan adalah tantangan memakan sate yang masih ditusuk. Apakah ini benar?

 BACA JUGA : Seksinya Kelsey Merritt Jalani Debut di Majalah Sport dengan Berbikini

Menurut ahli Metafisika, Mbah Mijan, pantangan memakan sate yang masih ditusuk memang benar adanya. Hanya saja itu berlaku untuk susuk zaman dahulu. Namun, untuk susuk modern seperti saat ini, tidak ada pantangan yang harus dilakukan bagi para pemasangnya.

“Makan sate tanpa tusuk itu benar tapi itu versi susuk zaman dahulu. Sebenarnya ada banyak lagi pantangan seperti, tidak makan pisang emas, tidak menyebrang lautan atau berada di bawah jemuran. Namun, untuk susuk modern tidak ada pantangannya,” terang Mbah Mijan, saat diwawancarai Okezone, belum lama ini.

 

Mbah Mijan pun mengatakan susuk sama seperti handphone, mereka miliki batas waktu (expired) dan memiliki daya tahan tertentu. Sang pemakai wajib merawat susuk yang berada di dalam tubuhnya dengan baik, sejatinya setiap dua hingga tiga bulan.

“Semua benda buatan manusia pasti memiliki masa waktunya. Susuk ada expirednya dan ada daya tahannya seperti yang saya miliki hanya bertahan lima tahun dan harus di rawat setiap 2-3 bulan. Caranya dengan rajin beribadah dan puasa,” tambahnya.

Selain itu Mbah Mijan pun menyarankan bagi masyarakat yang berniat menggunakan susuk, ada baiknya tidak menggunakan benda tersebut secara berlebihan. Penggunaan yang berlebihan justru akan membuat kinerjanya tidak berjalan dengan maksimal.

 BACA JUGA : 5 Penampilan Seksi Vernita Syabilla, Pelakor di Keluarga Richie?

“Ada baiknya para pengguna tidak menggunakan banyak susuk. Pemakaian banyak susuk justru akan membuat kinerja benda itu sendiri menjadi tidak maksimal. Jadi ada baiknya sang pengguna memfokuskan diri pada satu susuk dan merawatnya dengan baik dan benar,” tuntasnya.

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement