Jenis-jenis kopi Arabika populer di Indonesia adalah kopi Gayo, Toraja, Wamena. Ada juga beberapa varian kopi Bali, Flores, serta belakangan bermunculan Arabika dari dataran tinggi Pulau Jawa seperti di Jawa Barat dan di Banyuwangi.
Sedangkan kopi Robusta, bisa ditanam di ketinggian di bawah 800 mdpl dan tahan serangan hama. Kandungan kafeinnya nyaris dua kali lipat kopi Arabika dan cita rasanya lebih pahit. Beberapa daerah yang terkenal dengan kopi Robustanya di Indonesia antara lain Lampung, juga beberapa wilayah penghasil kopi di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. “Karakteristik rasanya yang menonjol itu chocolaty,” ujar Simbah.
Sementara itu, Liberika disebut memiliki cita rasa yang lebih seimbang antara pahit dan manisnya. Simbah menyebut kopi yang punya aroma mirip Nangka tersebut belakangan jamak dihasilkan di Pekalongan. Sedangkan Excelsa dikembangkan di Malang.
Berbeda dari teori yang menyebut menyesap secangkir espresso atau kopi tubruk paling pas dengan Arabika, sedangkan menyeruput segelas es kopi susu paling pas dengan Robusta, Simbah mengembalikan pilihan kepada penikmat kopi. Karena perbedaan proses mulai pascapanen, pemanggangan, sampai penyeduhan bisa menghasilkan varian rasa berlainan.
“Rasa itu sangat individual. Kopi enak itu kontribusinya 50% dari petani, 20% dari proses pascapanen, 20% dari roaster, dan 10% dari barista. Semua balik lagi pada selera,” tuturnya demokratis.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.