"Iya, jadi si ibu ini ngehubungin aku pas dia sudah hamil dan mengalami pendarahan. Usia kehamilannya sekitar 26 minggu. Saat dia pertama kali ngabarin, ya, aku udah siap buat nemenin dia melewati masa kehamilannya sampai melahirkan nanti," kata Etha pada Okezone saat ditemui di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (12/2/2019).
Nah, setelah ngobrol lebih lanjut mengenai kehamilan si ibu, Etha menyarankan untuk si ibu jangan tinggal sendirian. Ya, berdasar pengakuan si ibu ke Etha, suami si ibu ini tidak menemaninya melewati masa kehamilan karena masalah pekerjaan di luar negeri. Karena itu, Etha meminta si ibu ini untuk pergi ke rumah sakit agar setidaknya si ibu ini mendapat perhatian dan penanganan yang baik, terlebih sedang mengalami pendarahan.
Doula tersertifikasi Amani Birth itu melanjutkan, si ibu itu beberapa hari berikutnya mengatakan sudah ingin melahirkan. Kontraksi alami terjadi di usia bayi 26 minggu mengharuskan si bayi nantinya masuk ruang NICU. Tak lama berselang, si ibu melahirkan.
Etha pun langsung menuju rumah sakit dan melihat kondisi si ibu. Nah, karena si anak lahir prematur, bayi tersebut meninggal dunia. Etha di sana memiliki peran yang berbeda dari biasanya.
"Kondisinya bukan menemani ibu melahirkan, tapi aku menjadi support system si ibu yang keguguran itu untuk bangkit dari kesedihannya. Hal pertama yang aku minta ke si ibu adalah healing semua kesedihan dan apa yang baru saja terjadi. Boleh ke siapa saja, yang penting itu orang kamu percayai," katanya.