KESEDIHAN mendalam bagi seorang ibu ketika tahu dirinya keguguran. Harapan bisa membesarkan anugerah Tuhan kandas dan yang terjadi kemudian adalah penyesalan atau kekecewaan yang teramat.
Dalam kondisi seperti ini, tentu seorang ibu keguguran perlu mendapatkan pendampingan yang benar. Hal ini diperlukan agar si ibu bisa menjalani kehidupannya lebih baik ke depan dan tentunya tidak terkukung dalam kesedihan yang bisa merusak hidupnya. Ya, tentunya dengan tidak melupakan begitu saja janin yang pernah dia kandung.
Seorang Doula Profesional Margaretha Saulinas menceritakan kisahnya mendampingi seorang ibu keguguran. Menurut dia, hal utama yang mesti dilakukan si ibu saat tahu dirinya keguguran ialah healing dari kondisi tidak mengebakan tersebut.

Etha, sapaan akrabnya, menceritakan kalau si ibu keguguran ini berusia 25 tahun. Saat pertama kali menghubungi Etha untuk menjadi doula, si ibu ini ternyata memang sudah mengatakan kalau dirinya mengalami pendarahan. Mungkin karena itu juga si ibu yang tidak disebutkan namanya tersebut menghubungi Etha.