
Nien kao atau nian gao sendiri berasal dari kata nian yang berarti tahun dan gao yang berarti kue. Pengucapan kata gao sendiri terdengar seperti kata ‘tinggi’. Karena itu, kue keranjang kemudian disusun tinggi atau bertingkat. Hal ini memberi makna peningkatan dalam rezeki dan kemakmuran. Di pucuknya, diletakkan kue moho atau kue mangkuk merah, sebagai lambang agar kehidupan kian makmur.
Konon, kue keranjang lebih ditujukan untuk menyenangkan Dewa Tungku, agar membawa laporan yang menyenangkan kepada Raja Surga (Yu Huang Da Di). Sebagai imbalannya, Raja berkenan memberi rezeki yang berlimpah. Bentuknya yang bulat melambangkan agar keluarga yang merayakan Imlek terus bersatu dalam menghadapi apapun.
“Tahun 2010 pernah dilaksanakan seperti ini (membuat piramida). Harapannya ke depan Pontianak semakin pesat, toleran, semakin maju dengan adanya event Imlek dan Cap Go Meh,” harap Djie Sen.
Untuk diketahui, festival CGM ini, dijadwalkan dibuka Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, pada 14 Februari mendatang.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.