Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Piramida 1 Ton Kue Keranjang Siap Meriahkan Cap Go Meh di Pontianak

Ade Putra , Jurnalis-Rabu, 13 Februari 2019 |11:20 WIB
Piramida 1 Ton Kue Keranjang Siap Meriahkan Cap Go Meh di Pontianak
Piramida kue keranjang di Pontianak untuk Cap Go Meh (Foto:Ade/Okezone)
A
A
A

Niat Memeluk, Vlogger Ini Malah Ditunggangi Cabul oleh Lumba-Lumba

Tampil Seksi di Pantai, Pantat Montok Selebgram Ini Kena Azab!

Kue bertekstur kenyal dan lengket ini, disuplai dari pengrajin. Butuh waktu satu minggu untuk menyelesaikan pembuatan 2.000 kue keranjang ini. "Pembuatan kue ini juga masih tradisional dan tidak menggunakan mesin. Maka perlu waktu,” katanya.

Ia menerangkan, untuk membuat satu ton kue, menghabiskan kurang lebih 500 kilogram ketan, 250 kilogram gula, serta campuran lain seperti beras ketan dan air tepung sebanyak 200 kilogram. “Makna kue keranjang bagi masyarakat Tionghoa sangat penting. Karenanya kue khas ini harus ada di setiap Imlek dan Cap Go Meh,” ucapnya.

Sejatinya, kue keranjang termasuk satu dari 12 macam penganan yang harus ada untuk persembahan pada leluhur saat Imlek (sin tjia). Dalam Imlek, tak hanya penghormatan pada leluhur yang utama, tapi juga rasa syukur dan doa. Untuk itu, semua kuenya harus bercita rasa manis, agar kehidupan di tahun berikutnya menjadi lebih manis.

Dulunya, kue keranjang dijuluki ni-kwee (kue tahunan), karena hanya ada setahun sekali. Yaitu enam hari menjelang Imlek (jie sie siang ang) hingga malam Imlek. Sebagai sesaji, kue ini tidak dimakan hingga hari ke-15 atau Cap Go Meh.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement