Dia menambahkan, beberapa waria pun ada yang datang ke Puskesmas Kecamatan Cilandak untuk mengakses obat ARV. Mereka-mereka ini biasanya sudah sadar kalau ada faktor risiko dalam tubuhnya. Ini yang kemudian membuat para waria cukup disiplin dalam mengonsumsi obat ARV.
Sementara itu, dokter Fitri menjelaskan kenapa kelompok Gay yang paling banyak, mereka itu biasanya melakukan anal seks dan kemungkinan terjadinya pendarahan sekali pun sedikit di bagian anus, ini tetap berisiko tertular HIV.
Ya, sekali pun kita tahu, penularan virus HIV terjadi karena cairan tubuh manusia, baik itu cairan semen pria dan cairan vagina. Anda juga mesti perhatikan, anal seks cukup berperan dalam faktor risiko paparan virus HIV. Makanya sangat disarankan untuk para LSL (lelaki seks dengan lelaki) menggunaan kondom saat melakukan aktivitas seksual. Menjaga kebersihan saat seks berlangsung pun penting untuk diperhatikan.
Akses Obat ARV untuk Pasien HIV Positif
Mereka yang diketahui memiliki virus HIV di dalam tubuhnya, Dokter Fitri menyarankan untuk tidak pernah putus mengonsumsi obat ARV. Ini yang kemudian menekan virus HIV di dalam tubuh, sekali pun obat tidak membunuhnya.
Nah, kalau Anda memang diketahui HIV positif di pemeriksaan HIV Puskesmas Kecamatan Cilandak, maka yang bisa dilakukan setelah mendapatkan hasil tes HIV positif, adalah dengan pengujian lebih lanjut.