MENJAGA kesehatan dengan mengatur pola makan dan rutin berolahraga harus terus dilakukan seumur hidup. Bukan berarti dengan semakin bertambahnya umur, membuat orang semakin malas untuk mengonsumsi makanan sehat dan beraktivitas fisik. Kita ambil contoh Alya Rohali.
Di usianya yang sudah menginjak 42 tahun, mantan None Jakarta itu masih rutin berolahraga. Salah satu olahraga yang dilakukannya adalah lari. Dari unggahan foto di media sosial, Alya bahkan diketahui telah mengikuti event lari maraton. Lantas, bagaimana cerita dirinya bisa menekuni olahraga tersebut?
"Semuanya itu proses. Pertama, saya memang menggemari olahraga lari itu sendiri. Dulu saya lari diawasi pelatih pribadi di gym, awalnya adalah pelari treadmill. Seiring berjalannya waktu, mulai ikut maraton 5 K, bisa, pengin ikut yang 10 K, terus coba ke half, sampai akhirnya full maraton," tutur Alya saat ditemui Okezone dalam sebuah acara, Rabu (6/2/2019), di kawasan Jakarta.
Baca juga:
Dalam waktu dekat, dirinya akan mengikuti Seoul Marathon 2019. Event itu akan menjadi maraton keempat bagi Alya. Persiapan ibu tiga orang anak ini untuk mengikuti lari maraton sejauh 42,195 km sudah dilakukan jauh-jauh hari. Dia didampingi oleh tim pelatih yang tidak hanya memerhatikan kekuatan fisik tetapi juga nutrisi dan pemulihan pasca latihan.
"Saya beruntung karena sudah pernah ikut maraton, jadi sudah tau habbitnya gimana. Saya cerita ke tim pelatih mereka menentukan apa yang harus dilakukan, baik secara psikologi, mental, maupun fisik untuk memperbaikinya," tambah Alya.
Dalam kesempatan tersebut, perempuan yang juga berprofesi sebagai notaris itu menuturkan bila dirinya tipe morning person sehingga melakukan latihan sejak pukul setengah 06.00 pagi. Latihan kurang lebih dilakukan selama 2 jam. Kemudian pada pukul 08.00 pagi dia mulai beraktivitas kembali.