Berkat usaha yang dilakukan oleh para penduduk, Nian ternyata tidak berhasil mendapatkan mangsa. Semua pintu tertutup rapat diganjal dengan balok dan kondisi gelap gulita. Ia kesulitan untuk mendapatkan mangsa hingga akhirnya pagi menjelang. Hal itu memaksa Nian untuk kembali ke sarangnya.
Suatu waktu, Nian berhasil melahap seluruh penduduk kampung di daerah Jian Nian. Namun, hanya ada satu rumah yang luput karena pada di depan pintunya tergantung seutas kain merah. Penghuni rumah itu adalah sepasang pengantin baru yang juga berbusana serba merah.

Mereka berhasil selamat bersama beberapa anak kecil yang sedang asik bermain api dan membakar bambu. Usut punya usut, Nian sangat takut dengan kain berwarna merah, suara bambu, dan letusan petasan.
Sejak saat itulah, tradisi makan malam bersama keluarga, dekorasi berwarna merah, serta membakar petasan atau kembang api, selalu identik dengan perayaan Imlek.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.