Petani kopi, desa Tanah Hitam Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara, Putri Eka Sari mengatakan, kopi jenis liberika sudah mulai langka. Dahulu, di daerah-nya tanaman kopi liberika cukup banyak ditanam petani. Namun, lantaran kopi tersebut kurang diminati pasar, petani mengganti bibit liberika dengan bibit robusta.
''Masih ada petani di sini (Tanah Hitam) yang mempertahankan kebun kopi liberika. Luasnya sekira tiga hektare,'' kata Putri, kepada Okezone, Jumat (1/2/2019).
Kopi liberika, jelas Putri, cukup mudah dibudidayakan dibandingkan dengan kopi robusta. Selain itu, jenis kopi ini tidak membutuhkan pengurusan yang ribet. Sebab, di atas lahan yang ditanami kopi liberika, bisa ditanami dengan tanaman lainnya.
''Kopi ini mudah dibudidayakan, berbuah sepanjang tahun dan pastinya laku di pasaran. Proses pengolahan pasca panen dan pemasaran yang sesuai harapan petani,'' sampai Putri.
Kopi liberika memiliki aroma khas buah nangka. Sehingga kopi ini memiliki aroma yang berbeda dengan jenis kopi lainnya. Terlebih kopi ini diseduh dengan menggunakan teknik penyaringan. Teknik ini menggunakan alat saring tertentu guna memisahkan ampas kopi.
