MASYARAKAT keturunan Tionghoa sebentar lagi akan merayakan Tahun Baru Imlek yang akan jatuh pada 5 Februari 2019. Mendekati akhir Januari, tentunya mereka akan mempersiapkan berbagai macam benda untuk memeriahkan acara besar masyarakat keturunan Tionghoa tersebut.
Salah satu benda yang selalu menghiasi perayaan Imlek adalah lampion. Ya, lampion merupakan salah satu lampu atau penerangan yang digunakan masyarakat Tionghoa sejak dahulu. Tentunya lampion ini memiliki segudang fakta menarik di dalamnya yang patut Anda ketahui.
Menyadur dari China Highlights, Selasa (22/1/2019), Okezone akan membahas mengenai 10 fakta unik tentang lampion yang kerap digunakan masyarakat Tionghoa dalam merayakan Imlek. Berikut ulasannya.
1. Lampion selalu berwarna merah
Secara tradisional lampion berwarna merah dan berbentuk oval dihiasi dengan jumbai merah dan emas. Dalam budaya Tiongkok warna merah diyakini melambangkan kehangatan, kebahagiaan dan keberuntungan. Selain itu merah juga dianggap sebagai warna nasional China.
Lampion dibuat dari kertas tipis atau sutra. Bingkainya dibuat dari bambu, kayu, kawat atau rotan dan didekorasi dengan kaligrafi atau lukisan. Selain berbentuk oval ada pula lampion berbentuk persegi atau persegi panjang.

(Foto: KPCC)
Baca Juga: Selain karena Peluk Timnas U23, Ini Deretan Kontroversi Lain VietJet Air
2. Terdapat 3 jenis lampion
Lampion paling umum adalah yang biasanya digantung di rumah atau ruang publik yang dianggap sebagai pembawa perlindungan dan keberuntungan. Namun, ada pula lampion terbang yang mirip dengan balon udara panas yang didorong dengan nyala api kecil.
Ada pula lampion mengambang yang biasa muncul dalam beberapa perayaan seperti Festival Perahu Naga atau acara yang berlangsung dekat sungai atau danau dengan berbagai macam bentuk dan desain.
Baca Juga: 5 Mitos Tentang Supermoon yang Bikin Dahi Berkerut
3. Hong Kong pemegang rekor lampion terbesar di dunia
Pada acara Mid-Autumn Festival 2011 yang diadakan di Victoria Park Hong-Kong masuk dalam Guinness World Record sebagai pemegang lampion terbesar di dunia. Lampion tersebut memiliki ukuran 36x9x13 meter yang dibuat dari 2.360 lentera tradisional Tiongkok dan membutuhkan 35 orang dan 13 hari untuk membangunnya.
4. Lampion memiliki banyak makna
Warna: Selain merah, warna pink melambangkan keromantisan, putih mewakili kesehatan, hijau melambangkan pertumbuhan, oranye mengartikan uang, kuning pembawa keberuntungan, sementara biru muda dan ungu dipercaya membuat mimpi menjadi kenyataan. Bentuk bulat melambangkan keutuhan dan kebersamaan.
Kaligrafi: Tulisan dekoratif umum mewakili harapan terbaik untuk kehidupan panjang yang sehat dan masa depan yang makmur dan kaya.
Seni: Biasanya pengrajin lampion akan melukis naga sebagai simbol kekuatan, bambu untuk ketahanan, kupu-kupu dan bunga sebagai kebahagiaan, pohon dan tanaman sebagai pertumbuhan. Shio untuk tahun tersebut juga bisa menjadi desain yang baik untuk lampion Imlek.
5. Lampion telah populer sejak 2.000 tahun lalu
Lampion pertama kali digunakan selama Dinasti Han Timur (25-220). Kaisar Han Mingdi yang merupakan seorang pendukung Buddha menemukan biksu menyalakan lampion di kuil-kuil untuk menunjukkan rasa hormat kepada Buddha pada hari ke-15 bulan bulan Imlek. Sejak saat itu ia memerintahkan semua kuil, rumah dan istana merayakan lampion yang kemudian dikenal sebagai Festival Lampion.