KASUS bayi 4 bulan yang meninggal dunia karena makan nasi utuh, menjadi viral di kalangan netizen. Anak tersebut mengalami pecah lambung, akibat kesalahan orangtuanya.
Pemilik akun Twitter @kyeomdongie, belum lama ini sempat membagikan cerita soal kisah bayi mengenaskan itu. Kondisi perut si bayi dilaporkan menggembung dan kondisinya sangat lemah.
Setelah sang ibu ditanya apa yang terjadi, ternyata bayi tersebut diberi asupan makanan padat. Tidak tanggung-tanggung, sang bayi diberi nasi utuh. Bayi malang itu ternyata sudah seminggu makan nasi utuh sebelum menjemput ajal.
Baca Juga: Jadian Sama Hotman Paris, Intip Potret Pakai Bikini Chef Farah Quinn

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari menyayangkan laporan kasus tersebut. Menurutnya, bayi pada usia tersebut belum bisa mencerna makanan dengan baik, apalagi nasi utuh.
"Secara kesehatan bayi 4 bulan tidak sepantasnya makan nasi utuh. Makanan pada usia tersebut hanya air susu ibu (ASI). Kenapa? Karena lambungnya masih kecil dan belum memiliki enzim lengkap untuk mencerna makanan padat," kata Kirana di Gedung Kementerian Kesehatan.
Kirana menegaskan, dampak yang paling parah dari kasus tersebut adalah lambung bayi bisa pecah dan berujung kematian. Karenanya, seorang ibu jangan sekali-kali memberikan makanan padat pada anak sebelum waktunya. Dia mengatakan, ASI ekslusif wajib diberikan moms untuk si kecil pada usia 0-6 bulan. ASI jadi sumber gizi utama dan satu-satunya.
Selain itu, makanan pendamping ASI (MPASI) bisa dibuat sendiri. Bisa bubur, biskuit, buah, sayur, daging, dan telur. Syaratnya, MPASI harus diolah hingga selunak mungkin."Baru setelah satu tahun diberi seperti makanan padat. Itu aturan secara sederhananya," jelasnya.
Baca Juga: Seksinya Sopir Truk asal Jepang Sasaki, Bikin Pria Nyesel Gak Jadi Kernetnya!

Kirana menuturkan, siapapun harus saling mengedukasi promosi pentingnya ASI dan pemberian MPASI sesuai umur. Apalagi bagi tenaga medis semestinya bisa jadi panutan yang baik bagi kaum ibu.
"Kita harus terus promosikan cara makan bayi dan anak. Puskesmas harus beri contoh memberi makan untuk bayi dan anak. Jadi tidak lagi hanya didorong bubur kacang hijau, sekarang juga harus diperkenalkan makanan sehat untuk anak itu seperti apa," pungkas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.