Namun pada kenyataannya, WHO telah mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa rokok elektrik ini sangat tidak direkomendasikan meski efek sampingnya tidak separah rokok konvesional (less harmful).
"Kalau bisa berhenti sepenuhnya kenapa harus berpindah ke vape. Lagi pula vape itu menggunakan proses pemanasan yang secara tidak langsung ada bahan-bahan kimia seperti plastik dan logam yang memicu timbulnya zat karsinogenik," tukas Feni.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.