Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hati-Hati, Ini Bahaya di Balik Sering Putus Asa

Yosua Tobing , Jurnalis-Jum'at, 11 Januari 2019 |10:41 WIB
Hati-Hati, Ini Bahaya di Balik Sering Putus Asa
Putus asa bisa berujung kematian (Foto: Zeenews)
A
A
A

John Leach menyebutkan rangkaian tingatan seseorang yang mengalami keputusasaan, bisa menarik diri dari lingkungan sosial, kurang motivasi, dan mendapat respons rasa sakit, apatis, dan mengalami kematian psikogenik. Leach dari Universitas Portsmouth di Inggris menambahkan, kematian psikogenik itu nyata, itu bukan bunuh diri dan tidak terkait dengan depresi. John Leach menyebutnya sebagai kehancuran seseorang. Penemuannya ini dipublikasikan dalam Science Direct.

BACA JUGA: Seksinya Cathy Sharon dengan Hot Pants, Foto Terakhir Tidak Pakai Celana Sama Sekali!

Menurutnya, kehilangan keinginan untuk hidup dapat berasal dari kerusakan pada sirkuit otak yang mengatur perilaku. Rekomendasi saran yang diberikan oleh Leach adalah motivasi yang sangat penting untuk menghadapi kehidupan dan bila hal itu gagal, makan apatis pun akan muncul dengan sendirinya.

"Dorongan untuk mengembalikan sikap putus asa dan menyerah pada kematian cenderung datang ketika seorang yang selamat dapat menemukan atau memulihkan perasaan terhadap pilihan atau memiliki kendali yang disertai dengan proses penyembuhan luka-luka mereka dan mengambil manfaat baru dalam kehidupannya," jelas John Leach.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement