Serangga yang satu itu telah menjadi simbol kesempurnaan dan kecantikan karena memiliki bentuk yang simetris, seimbang dan kaya akan warna. Mereka juga telah diartikan sebagai simbol kebebasan karena bisa terbang kemanapun yang mereka inginkan.
Dari pengertian ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Vanessa adalah potret dari sebuah kebebasan. Ia bebas memiliki jalan eksistensialisme yang merujuk pada kebebasan yang berpusat pada diri dan bertanggung jawab pada kemauannya sendiri tanpa memikirkan yang benar dan salah.
Tentunya kejadian viral beberapa waktu lalu bisa menjadi fase bagi sang kupu-kupu untuk berproses. Pasalnya seekor kupu-kupu akan melakukan sebuah perubahan yang disebut dengan metamorfosis sempurna, dimana telur menetas menjadi ulat, menjadi kepompong dan barulah menjadi sekor kupu-kupu.
Pada fase inilah seekor kupu-kupu akan menyadari keindahan dirinya untuk mendapatkan manfaat agar tidak merugikan pihak lain. Lewat masalah ini, manusia yang telah diuji akan terlahir kembali sebagai seorang manusia yang mulia dan dicintai oleh semua orang dan alam semesta.
(Dinno Baskoro)