Diakui Revan, gelombang tsunami ternyata tidak hanya datang satu kali. Ada gelombang susulan yang tidak kalah dahsyat hingga berhasil menghancurkan puluhan rumah yang berada di bibir pantai, termasuk rumahnya.
"Waktu air datang, aku langsung memegang sesuatu seperti batu. Tapi setelah itu aku tidak ingat lagi," papar bocah kelas 2 SD itu.

Gelombong inilah yang kemudian menyeret Revan higga terjebak di bawah puing-puing dan reruntuhan bangunan selama kurang lebih 6 jam. Ia berusaha meminta pertolongan dengan cara berteriak dan merintih semampunya.
Tepat menjelang subuh, 03.30 WIB, para warga termasuk sepupu Revan berhasil menyelamatkan Revan dari jebakan puing dan reruntuhan bangunan yang membuat kaki kirinya mengalami cedera cukup serius. Video penyelamatannya sempat viral di berbagai media sosial.