FENOMENA prostitusi online menjadi perbincangan banyak orang. Kasus ini kembali mencuat setelah artis FTV Vanessa Angel terciduk kepolisian Jawa Timur melakukan hal tersebut dengan bayaran Rp 80 juta (short time).
Padahal, dalam berita Okezone sebelumnya, diterangkan Psikolog Meity Arianty, STP, M.Psi, tindakan ini sudah ada sejak zaman Soeharto. Pada saat itu, artis-artis biasanya digunakan untuk melayani tamu.
Alasan finansial menjadi landasan mereka berani untuk melakukan hal tersebut. Psikolog yang biasa disapa Mei juga menambahkan bahwa bekerja sama dengan artis itu biasanya lebih mudah. "Sebab, kedua belah pihak sama-sama tahu tujuannya apa," paparnya.
Baca juga:
Kemudian, dengan berbekal title artis, seseorang ini akan lebih mudah menentukan harga yang diinginkan. Sosok panutan dan idola banyak orang menjadi nilai plus para pelaku bisnis ini. "Pembelinya" pun akan cukup bangga memesan si artis.
"Ya, karena mereka artis, makanya mungkin harganya bisa cukup tinggi. Sebab, mereka punya popularitas yang mungkin tidak dimiliki orang lain," ungkap Psikolog Mei. Selain itu, beberapa artis juga dianggap punya daya pikat yang kuat.