Maya akan belajar langsung dari keluarga besar Pura Pakualaman didampingi orang tua serta saudara kandungnya. “Mungkin ditemani kerabat - nya juga, tetapi yang utama adalah didampingi orang tua dan saudara kandungnya,” kata Citro Panambang. Sementara itu calon mempelai putra, Bendara Pangeran Harya (BPH) Kusumo Bimantoro, yang merupakan putra sulung KGPAA Paku Alam X juga menjalani prosesi nyangker atau pingitan. Kusumo Bimantoro menjalani pingitan di tempat yang berbeda, yakni di Gedong Ijem yang berada di dalam kompleks Pura Pakualaman.
BACA JUGA: Dijodohkan dengan Dul, Begini 5 Gaya Seksi Aaliyah Massaid
Menurut Citro, kedua mempelai dipingit agar mereka bisa berkonsentrasi dan siap hingga dipertemukan dalam acara akad nikah pada 5 Januari mendatang. “Supaya lebih siap dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan hingga akad nikah nanti,” ujarnya. Acara akad nikah akan dilaksanakan di Masjid Besar Pakualaman yang berada di sisi barat daya Pura Pakualaman. Selanjutnya digelar prosesi upacara panggih dan resepsi pernikahan putra Wakil Gubernur DIY itu di Bangsal Sewatama, Pura Pakualaman. Kusumo Bimantoro yang lahir di Yogyakarta pada 10 April 1992 merupakan sulung dari dua bersaudara putra KGPAA Paku Alam X dan GKBRAA Paku Alam.
Dia menempuh pendidikan Arsitektur di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM). Adapun Maya Lakhsita Noorya lahir di Sleman pada 27 April 1991. Putri dari Mandiyo Priyo dan Rini Wijayanti ini merampungkan pendidikan tingginya di Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muham - madiyah Yogyakarta (UMY).
(Santi Andriani)