Para dokter di Institut Ilmu Kedokteran Kepulauan Andaman dan Nikobar di India mengirim pria itu untuk tes darah dan tes fungsi hati, tetapi hasil keduanya normal. Khawatirnya, mungkin ia memiliki masalah pembekuan darah, yang dapat meningkatkan risiko pendarahan internal yang mematikan, sehingga dokter mengambil langkah untuk tes lebih lanjut.

Lagi-lagi hasilnya normal, darahnya membeku secara normal. Tidak sampai disitu, dokter pun juga memeriksa untuk infeksi dan penyakit genetik dan hasilnya pun juga normal.
Setelah sejumlah tes dokter tidak dapat menyimpulkan penyebab kondisi pasien, menurut laporan kasus British Medical Journal. Mereka memutuskan hemolacria-nya idiopatik, artinya penyebabnya tidak diketahui, yang menyumbang sekitar 30 persen kasus.
"Haemolacria adalah suatu kondisi di mana pasien memiliki air mata berdarah, bukan air mata berair normal," tulis Dr Robert James dalam laporan itu yang Okezone lansir dari The Sun, Jum’at (28/12/2018).