
Dan mereka melakukan itu secara kompulsif atau secara berulang. Nah, hal ini lah yang menyebabkan fungsi otak menjadi tidak selaras dan akan memungkinkan seseorang melakukan perilaku seks beresiko.
Jika, tadi sudah dijelaskan banyak menonton film atau video porno secara berulang atau terus-menerus dapat menyebabkan gangguan fungsi otak. Namun adakah sisi positifnya?
Menurut Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, seorang pakar andrologi dan seksologi, sisi positif dari menonton film atau video porno itu tergantung apakah tujuan dari menonton film porno itu untuk mengedukasi atau hanya asal ditonton untuk kesenangan semata saja. “Kalau dibuat dengan sisi positif untuk menginformasikan atau mengedukasi pasangan mengenai hubungan seksual, itu bisa dianggap baik,” ujar dr. Wimpie.