(Baca Juga:5 Tempat Wisata di Sumatra Utara yang Anti-Mainstream, Sudah Pernah Berkunjung?)
Merangkum berbagai sumber, Selasa (18/12/2018), museum ini mulai dibangun pada tahun 2011. Tujuan dibangunnya museum adalah menghormati jasa para ulama di Indonesia dan sebagai salah satu pusat informasi tentang perkembangan agama Islam. Maka tak heran museum menyimpan barang bersejarah dan peninggalan. Mulai dari awal masuk Islam hingga di zaman perjuangan dan era reformasi.

Untuk menggambarkan sejarah tersebut, di dalam museum terdapat panel, gambar, kalimat-kalimat, dan buku-buku tentang Islam. Semunya itu tersimpan di perpustakaan museum. Selain itu, sesuai dengan namanya, di dalam museum juga ada barang-barang peninggalan K.H. Hasyim Asy’Ari.
(Baca Juga:Seaworld Ancol Hadirkan Spesies Ubur-Ubur Baru Menjelang Libur Akhir Tahun)