Satu hal yang mesti digarisbawahi di sini, kepercayaan publik terhadap influencer dibagi dalam beberapa kelompok sosial. Ada publik yang percaya dengan si A karena kepribadiannya yang dianggap sangat baik, beberapa mengungkapkan percaya karena keaslian sosok tersebut.
Dalam laman Olapic ini, diketahui bahwa perempuan 44% mengatakan mereka percaya karena produk yang ditawarkan verified dan punya bukti kuat terkait hasil. Sementara itu, 41% pria lebih cenderung melihat sisi "keahlian" si influencer ini mengendorse produk iklan.
Ya, bisa dikatakan bahwa kemampuan para influencer dalam meyakinkan pengikutnya harus sangat baik. Sebab, semakin dia dipercayai publik, maka kecil kemungkinan terjadinya penyangkalan yang berujung pada ketidak percayaan.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.