Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penjelasan Mengejutkan Para Ahli tentang Berhalusinasi Menjelang Kematian

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Kamis, 06 Desember 2018 |21:15 WIB
Penjelasan Mengejutkan Para Ahli tentang Berhalusinasi Menjelang Kematian
Halusinasi menjelang kematian (Foto:Ist)
A
A
A

Meskipun ada beberapa teori yang digunakan untuk menjelaskan pengalaman mendekati kematian, hingga mendalam, namun sebagian orang masih sulit untuk bisa memahaminya. Umat ​​beragama meyakini pengalaman mendekati kematian menyediakan bukti bagi kehidupan setelah kematian - khususnya, pemisahan roh dari tubuh.

Sedangkan penjelasan ilmiah untuk pengalaman mendekati kematian termasuk depersonalisasi, yang merupakan perasaan terlepas dari tubuh Anda. Penulis ilmiah, Carl Sagan, bahkan menyatakan bahwa stres kematian menghasilkan ingatan akan kelahiran, yang menunjukkan bahwa orang-orang menemukan sebuah "terowongan" dan melihat gambaran dirinya saat terlahir.

Tetapi karena sifat aneh dari teori-teori ini, penjelasan lain pun telah bermunculan. Beberapa peneliti mengklaim bahwa endorfin yang dilepaskan selama peristiwa stres dapat menghasilkan sesuatu seperti pengalaman mendekati kematian, terutama dengan mengurangi rasa sakit dan meningkatkan sensasi yang menyenangkan.

Sama halnya dengan anestesi seperti ketamin yang dapat mensimulasikan karakteristik pengalaman mendekati kematian, seperti pengalaman keluar dari tubuh. Teori lain menunjukkan pengalaman mendekati kematian timbul dari dimethyltryptamine (DMT), obat psikedelik yang muncul secara alami di beberapa tanaman.

Rick Strassman, seorang profesor psikiatri, diamati dalam sebuah penelitian dari tahun 1990 hingga 1995 bahwa orang-orang yang memiliki pengalaman mendekati kematian dan mistik setelah injeksi DMT. Menurut Strassman, tubuh memiliki DMT alami yang dilepaskan saat lahir dan kematian. Namun, tidak ada bukti konklusif untuk mendukung teori ini.

Secara keseluruhan, teori berbasis kimia kurang presisi dan tidak dapat menjelaskan berbagai pengalaman mendekati kematian yang dialami orang. Para peneliti juga menjelaskan pengalaman mendekati kematian melalui anoxia serebral, atau kurangnya oksigen ke otak.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement