Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penjelasan Mengejutkan Para Ahli tentang Berhalusinasi Menjelang Kematian

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Kamis, 06 Desember 2018 |21:15 WIB
Penjelasan Mengejutkan Para Ahli tentang Berhalusinasi Menjelang Kematian
Halusinasi menjelang kematian (Foto:Ist)
A
A
A

 Viral Gadis Penjual Jamu Cantik, Keliling Cari Nafkah Usai Pulang Sekolah

Di sisi lain, para anak-anak biasanya menggambarkan bertemu teman dan guru “dalam terang”. Sebagian besar mengatakan bahwa pengalaman mendekati kematian memiliki dampak positif. Hal itu bisa membantu mengurangi kecemasan kematian, meneguhkan kehidupan, dan meningkatkan kesejahteraan seseorang.

Namun, beberapa pengalaman mendekati kematian juga bisa bersifat negatif dan mencakup perasaan seperti kurangnya kontrol, kesadaran akan ketidakadaan, pencitraan neraka, atau penilaian yang dirasakan dari makhluk yang lebih tinggi.

Ahli saraf Olaf Blanke dan Sebastian Dieguez telah menjelaskan dua jenis pengalaman mendekati kematian. Tipe pertama, yang diasosiasikan dengan otak bagian kiri, menampilkan perubahan waktu dan kesan terbang.

Sementara tipe kedua, melibatkan otak sebelah kanan, ditandai dengan melihat atau berkomunikasi dengan roh, dan mendengar suara, suara aneh atau musik. Meskipun tidak jelas mengapa ada berbagai jenis pengalaman saat mendekati kematian, namun tak bisa dipungkiri interaksi yang berbeda antar wilayah otak akan menghasilkan pengalaman yang berbeda.

Lobus temporal juga memainkan peran penting dalam pengalaman mendekati kematian. Area otak ini terlibat dengan pemrosesan informasi sensor dan memori, sehingga aktivitas abnormal di lobus ini dapat menghasilkan sensasi dan persepsi yang aneh.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement