‘’Saya pikir lebih baik untuk melakukannya sekarang, mungkin nanti saya bertemu seseorang,dan saya tidak ingin menunggu untuk pertama kalinya karena saya masih menunggu untuk menjual keperawanan saya," ujarnya.
Payton yang berharap bisa belajar di Univesitas Teknologi Sydney, mengatakan itu bukan masalah besar baginya dan dia melihatnya sebagai peluang untuk mendapatkan bantuan keuangan walaupun harus mengorbankan dirinya.
Dia berkata:’’Saya hanya butuh bantuan keuangan yang cepat dan saya pikir itu adalah pilihan yang bagus untuk membayar biaya masuk kuliah dan membeli banyak buku nanti.’’
Kisah-kisah seperti Payton membuat bertanya-tanya apakah ini sebuah penipuan, atau mencari pencitraan, atau memang dirinya pekerja seks yang berpura-pura menjadi perawan.
Pada tahun 2014, seorang mahasiswa kedokteran berusia 28 tahun dari AS menjadi berita utama dengan mendokumentasikan,’’Renungan Pekerja Seks Perawan’’, di dokumentasi tersebut tertulis mereka telah menerima tawaran setinggi USD800.000.