SOSOK perempuan bernama Fela tengah menjadi perbincangan terutama di media sosial. Beredar kabar jika dirinya rela menjual keperawanannya dengan harga Rp19 miliar. Harta yang paling berharga bagi perempuan itu dilelang di sebuah situs asing Cinderella Escort.
Fela mengatakan, dirinya melakukan hal tersebut karena menginginkan kehidupan yang lebih layak. Ia ingin membelikan rumah bagi kedua orangtuanya. Selain itu, ada prinsip yang dipegangnya yaitu daripada memberikan keperawanan kepada pria yang dicintai lalu bisa ditinggal pergi, lebih baik menjualnya dan mendapatkan uang banyak.
Hal yang terjadi pada Fela tentu membuat banyak orang mengelus dada. Terlebih para orangtua yang memiliki anak perempuan. Tak menutup kemungkinan mereka khawatir anaknya terjerumus dengan hal seperti itu. Akan tetapi, sebenarnya tindakan seorang perempuan yang rela menjual keperawanannya bukan hanya sekadar masalah ekonomi. Keputusan itu dapat berkaitan pula dengan pola asuh orang tua.
“Saya melihat banyak sekali anak perempuan yang rela ‘menjual’ tubuhnya untuk mendapatkan uang. Saya ambil contoh kalau saya pergi ke Sulawesi Utara, di sana di suatu desa ada anak-anak remaja perempuan yang setiap hari Jumat sore setelah pulang sekolah pergi ke Kota Manado. Di kota tersebut anak-anak itu menjadi pekerja seks komersial, menjual tubuhnya kepada semua om-om, nanti hari Minggu sore balik lagi,” ungkap psikolog anak dan remaja, Novita Tandry, M.Psych saat dihubungi Okezone melalui sambungan telepon, Selasa (26/2/2019).
Dirinya mengatakan, pekerjaan tersebut dilakukan oleh anak-anak perempuan hanya demi bisa belanja barang-barang fashion yang dibutuhkan seperti kosmetik, pakaian, dan kebutuhan perempuan lainnya. Terlebih sekarang ini anak-anak perempuan sangat konsumtif. Mereka berusaha membeli segala macam yang menjadi tren di media sosial.