Banyaknya warga yang datang membuat lokasi itu terasa sesak. Karena, kawasan wisata yang hanya memiliki luas 8.000 meter itu belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan.
Ketua Forum Masyarakat Pencinta Kali Bekasi (FMPKB) Duddy, yang mengelola kawasan tersebut, mengungkapkan perlu peran serta Pemerintah Kota Bekasi dalam memajukan dan mengembangkan destinasi wisata ini.
Selama ini pembangunan dan pemeliharaan wisata Hutan Bambu menggunakan uang swadaya warga. “Untuk perawatan sehari-harinya saja mengandalkan uang seikhlasnya dari kotak yang tersedia di setiap sudut,” katanya.