"Pertama, bagi kabupaten/kota dengan angka 95% perlu memvalidasi cakupan yang sudah dicapai. Strategi berikutnya, adanya kendala upaya memberikan imunisasi kepada anak umur 9 bulan sampai 15 tahun, maka perlu menyadarkan dengan mengedepankan fungsi dan makna dari imunisasi. Berharap ada penerimaan dari anak-anak sehingga capaian dari target ini bisa terpenuhi," ujar drg Vensya saat ditemui Okezone, di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (1/11/2018).
Baca juga: Chicken Nugget Ini Dibuat Tanpa 'Membunuh Ayam', Rasanya Tetap Lezat!
Strategi terakhir adalah memperpanjang waktu kampanye imunisasi hingga 31 Desember 2018. Drg Vensya berharap agar waktu ini dimanfaatkan oleh dinas kesehatan di daerah untuk memetakan kembali anak-anak yang belum terjangkau imunisasi MR. Lantas bagaimana bila hingga akhir waktu perpanjangan target tak kunjung tercapai?
"Kita nggak mau berandai-andai. Nanti kita evaluasi kembali tentunya. Terpenting kita memutus penularan pwnyakit MR," ujar drg Vensya.
