Menurutnya, ketika anak-anak diimunisasi di wilayahnya maka bukan hanya melindungi diri sendiri tetapi juga pada usia lebih tua, khususnya ibu hamil. Imunisasi ini juga berperan menurunkan angka penyakit campak rubella yang memiliki dampak serius.
(Baca Juga:Jalani Pemotretan Setengah Bugil, Jennifer Lopez Beberkan Rahasia Tubuhnya Masih kencang)
Sekadar informasi, sebagian besar campak disebabkan oleh rubella. Sedangkan rubella bila menular ke ibu hamil dapat menyebabkan kemungkinan bayi lahir cacat seperti mengalami kebutaan atau kelainan jantung hingga keguguran.
Sementara itu, belum tercapainya target imunisasi MR disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya terkait masalah kehalalan vaksin. Drg Vensya berharap dengan adanya pemahaman yang baik dari masyarakat terkait imunisasi MR, maka banyak orangtua yang memperbolehkan anaknya menerima imunisasi. Terlebih Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa bila imunisasi tersebut diperbolehkan.
Sejauh ini, 3 provinsi yang masih rendah angka target imunisasi MR adalah Aceh, Sumatera Barat, dan Riau. Sedangkan untuk provinsi yang angkanya paling baik adalah Papua Barat dengan target mencapai 99,61% atau 265.418 anak.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.