
Para ilmuwan tersebut mensurvei dari 600 pria berusia antara 18 dan 50 tahun, tentang bagaimana mereka melihat jenis kelamin laki-laki, citra diri, dan perilaku dalam kaitannya dengan pengambilan obat, kekerasan, dan kejahatan.
Penelitian menemukan bahwa pria yang berpostur pendek, lebih cepat untuk mengeluarkan rasa emosinya dan lebih sulit untuk mengontrol diri.
"Short Man Syndrome" atau "Napoleon Complex" telah membuktikan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan Departemen Psikiatri Universitas untuk memperlihatkan hal yang nyata.
Mereka melaporkan, berdasarkan penelitian yang dihasilkan dari orang bertubuh pendek, hal ini bukanlah gangguan mental. Semua ini dianggap sebagai stereotype sosial dari pandangan orang disekitarnya cendrung lebih merendahkan.