Garis Batas Negara
Sikap sama juga diungkapkan Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Darat, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara (BNPP), Indra Purnama yang mengakui ekonomi masyarakat di sini saling membutuhkan. Kondisi yang berbatasan mengharuskan masyarakat Nunukan dan Sebatik mengandalkan langsung pasokan barang dari Malaysia, terutama pasokan sembako.
“Yah suka tidak suka, kita butuh mereka. Ini bukan persoalan ilegal, tapi untuk kebutuhan perut. Satu sisi pemerintah pusat juga tengah mengupayakan pasokan barang bisa terus disuplai hingga ke sini,” ucapnya.

Potensi Ekonomi dan Wisata
Kondisi alam pulau Nunukan dan pulau Sebatik yang asri dan belum terjamah pembangunan, membuat dua pulau ini dipenuhi potensi wisata dan ekonomi. Hamparan bukit hijau dan sejuk dan liukan jalan membuat pemandangan cukup menyenangkan. Kicau burung hembusan angin pantai terdengar begitu jelas.
Di Pos Bambangan, Sebatik misalnya, kawasan memiliki letak yang cukup tinggi di antara kawasan lainnya di pulau Sebatik. Tebing yang curam dan hamparan pohon indah menjadi kesejukan mata, daerah ini jauh dari bising kendaraan dan hiruk-pikuk perkotaan. Kicauan burung-burung terdengar disisi jalanan. Kepakan sayap burung elang gunung terdengar begitu jelas, bila beruntung, kita akan disajikan bagaimana elang menerkam mangsanya.
(Baca Juga:Wajah Wanita Muslim Ini akan Hiasi Mata Uang Poundsterling?)
Kondisi tak jauh berbeda juga terlihat di bibir pantai. Belum terjamah dari masyarakat membuat dua pantai, Batu Lamampu dan Kayu Angin menjadi lokasi berisitirahat yang nyaman. Dua pantai ini memiliki karakteristik berbeda. Pantai Batu Lamampu merupakan pantai sepi yang nyaris tak terjamah dengan orang. Untuk mengaksesnya, membutuhkan jarak sekitar 500 meter dari mobil yang terparkir di kebun sawit.

Pantai ini cukup sepi, tak ada orang yang beraktivitas. Pasir-pasir pantai lembut membuat kaki malas melangkah, angin sepoi membuat rasa kantuk muncul. Desiran ombak membuat badan ingin bermain air. Di sisi pantai terdapat bukit yang terdapat tempat persitirahat. Beberapa warga yang selesai bermain kerap beristirahat di tempat itu.
Kondisi berbeda di Pantai Kayu Angin, berlokasi tak jauh dari Pantai Batu Lamampu. Kondisi pantai terlihat sedikit ramai karena berada di lokasi dengan pemukiman nelayan. Bermain di pantai ini kita bisa menikmati ikan yang merupakan hasil tangkapan nelayan lokal.
“Biasanya kalo wisata di sini, banyak yang sambil makan ikan,” kata Sardi (45), salah satu warga di Pantai Kayu Angin.

Tak hanya keindahan alam, Kabupaten Nunukan juga memiliki tempat menarik untuk mengabadikan. Salah satunya dengan lokasi Tugu Dwikora yang berlokasi di alun alun. Tugu ini setiap sore dipenuhi banyak pelancong yang berswafoto untuk mengabadikan momen bersejarah konfrontasi Malaysia di era Presiden Soekarno.
Untuk wisata religi, ada pula masjid Hidayatur Rahma yang berlokasi di Islamic Centre. Masjid ini cukup megah berdiri di lahan 10 hektare, empat tiang dengan lima kubah membuat masjid ini cukup kokoh. Taman taman hijau di bibir pantai membuat masjid sayang tak dikunjungi bila berada di Nunukan.