Padahal penyakit akibat gigitan ular merupakan salah satu penyakit yang paling banyak mengakibatkan kematian.
"Jutaan korban terpaksa harus meninggal karena masyarakat tidak paham penanganan awal (first aid) dan pengobatan yang tidak ada," kata dokter spesialis biomedik ini.

Menurut dia, sebagai negara agraris dengan pantai terpanjang se-Asia Tenggara, kasus gigitan ular menjadi salah satu permasalahan yang kompleks di Indonesia. Kerusakan ekosistem alam juga ikut menambah jumlah kasus gigitan hewan-hewan berbisa pada manusia.
Berdasarkan data Remote Envenomation Consultant Service (RECS) pada 2017 penyakit akibat gigitan ular mencapai 135.000 kasus per tahun di atas kanker yang mencapai 133.000 per tahun.