Java mempublikasikan usahanya melalui teman terdekat dan media sosial. Ia berusaha menekan harga yang lebih murah dibanding pengrajin Shashiko yang lain. "Sekalian ingin menahan pasar agar tidak terlalu menyebar karena jika banyak yang pakai maka sashiko ini juga akan menjadi biasa saja," kata Java.
Ia berharap, usahanya bisa bertahan tapi tidak menargetkan pasar secara luas.
Baca Juga: Tentara Cantik Ini Terpilih untuk Cover Majalah Dewasa, Kok Bisa?
Dengan menjalani usaha Sashiko ini ia sekaligus menambah keahliannya juga terbuka bagi siapapun yang ingin belajar. Bahkan, Java berencana membuka workshop Sashiko bersama tiga temannya yang lain.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.