BERPELUKAN dengan orang yang dicintai seperti orangtua, sahabat atau kekasih memiliki beberapa manfaat ajaib bagi tubuh. Pelukan bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan risiko sakit jantung. Ketika pelukan sudah menjadi kebutuhan, ini akan memberi kekuatan emosional dalam sebuah hubungan.
Tubuh akan melepaskan hormon oksitoksin yang akan membuat Anda lebih bahagia dan menurunkan tekanan darah. Tak hanya oksitoksin, pelukan juga akan membuat tingkat hormon kortisol menjadi lebih rendah. Jika hormon kortisol rendah, tingkat stres pun menjadi lebih rendah.
Namun, bagaimana jika berpelukan setelah bertengkar? Penelitian terbaru menunjukkan berpelukan setelah bertengkar dapat membuat Anda jauh lebih baik.
Dilansir Okezone dari Independent, para peneliti dari Carnegie Mellon University di Pennsylvania melakukan sebuah penelitian untuk menyelidiki efek dari pelukan setelah argumen kepada seseorang yang memiliki tempramen tinggi. Dr. Michael Murphy dari departemen psikologi meminta 404 peserta untuk melakukan studi.
Baca Juga: 6 Gaya Tampilan Petinju Muslim Khabib Nurmagomedov yang Bikin Perempuan Luluh Dibuatnya

Selama dua minggu, para peserta diwawancarai tentang argumen apapun. Beberapa pertanyaannya seperti apakah mereka memeluk orang yang baru ditemui dan bagaimana berpelukan mempengaruhi makanan mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang berpelukan dengan orang yang mereka ajak bertengkar merasakan lebih baik daripada mereka yang tidak.
“Sentuhan interpersonal dikaitkan dengan peningkatan keamanan seseorang. Dukungan dari pasangan yang akan meningkatkan keintiman. kepuasan hubungan yang lebih tinggi serta resolusi konflik yang lebih mudah,” tulis Dr. Michael Murphy, Senin (8/10/2018).
Para peneliti menyoroti dampak positif yang dapat dirasakan oleh para peserta saat berpelukan setelah bertengkar.
“Menerima pelukan setelah konflik dikaitkan dengan peningkatan pengaruh negatif dan positif yang bersamaan. Sedangkan jika setelah konflik tidak ada pelukan yang diterima, akan meningkatkan pengaruh negatif hari berikutnya,” kata Dr. Murphy.
Baca Juga: Tak Hanya Pintar, Burung Beo Ini Ungkap Perselingkuhan Suami Majikannya Dengan Pembantu Rumah Tangga

Para peneliti juga menemukan korelasi positif antara pelukan dan suasana hati. Berpelukan dapat membuat suasana hati membaik setelah konflik. Mereka juga mengakui mungkin ada faktor lain yang mempengaruhi mood dari para peserta.
“Meski dengan segala keterbatasan, studi ini memberikan kontribusi untuk lebih memahami peran sentuhan antarpribadi di tengah konflik,” katanya.
(Martin Bagya Kertiyasa)