Selain melalui udara, IDI juga telah menyiagakan tim dokter dari Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan sekitar wilayah Sulawesi Tenggara melalui jalur darat.
Sementara itu, RS Kapal Terapung Kstaria Airlangga yang dikomandani dr Agus Hariyanto, SpB dan dr Christiyogo, SpAn, sedang menempuh jalur laut dari wilayah Banda Naira menuju Donggala. Di lain sisi, RS Terapung Ksatria Airlangga telah menyiapkan fasilitas kamatr operasi darurat serta membawa bantuan medis.
Sebagai tambahan, berdasar informasi melalui tim IDI Palu, tidak hanya jalur komunikasi dan listrik yang terputus, tapi juga banyak RS di Palu yang lumpuh total. "Hal ini yang mengakibatkan para dokter dan tenaga medis kesulitan dalam melakukan penanganan medis," tambahnya.
Informasi PB IDI tidak berhenti di situ. Dijelaskan Ketua IDI Wilayah Sulawesi Tengah dr I Komang Adi Sujendra, SpPD, bahwa sampai sekarang korban meninggal ada 30 orang.
Pesan video dari sejawat kita, dr. I Komang Adi Sujendra, SpPD, Ketua Ikatan Dokter Indonesia wilayah Sulawesi Tengah. Ayo kita bantu 💪🏻🙏🏻 #PrayForPalu #PrayForDonggala pic.twitter.com/CAOnrQDQwt
— PB IDI (@PBIDI) September 28, 2018