Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selain Atasi Disfungsi Ereksi, Benarkah Viagra Bisa Obati Hipertensi Paru?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 25 September 2018 |15:58 WIB
Selain Atasi Disfungsi Ereksi, Benarkah Viagra Bisa Obati Hipertensi Paru?
Ilustrasi (Foto: Medicaldaily)
A
A
A

KETIKA Anda mendengar kata viagra, mungkin yang Anda pikirkan adalah masalah disfungsi ereksi. Sebab, memang beberapa orang menggunakan viagra agar Mr P semakin "jreng".

Tapi, tahukah Anda kalau ternyata obat yang satu ini bisa juga menyembuhkan masalah lain yang mungkin bagi Anda tidak ada kaitannya. Dijelaskan Ahli Hipertensi Paru dr Lucia Kris Dinarti, SpPD, SpJP, viagra menjadi obat yang digunakan para pasien hipertensi paru. Sebab, viagra merupakan sildenafil sitrat yang mana memang obat untuk masalah hipertensi paru.

"Obat ini bekerja dengan mengendurkan dan melebarkan pembuluh darah dan ini diperlukan untuk pasien hipertensi paru yang memiliki tekanan berlebih pada jantungnya," kata dr Kris pada Okezone belum lama ini.

dr Kris melanjutkan, sayangnya obat ini tidak bekerja sesuai sasaran. Alhasil, organ tubuh lainnya sangat berisiko mengalami efek samping, salah satunya adalah bagian kepala.

"Makanya, pasien hipertensi paru yang baru menggunakan viagra sebagai obat, mereka akan mengalami rasa nyeri pada kepala yang teramat sakit," ungkapnya. Ada hal yang mesti diperhatikan, yaitu anak-anak masih belum boleh menggunakan obat ini sebagai pengobatan masalah hipertensi paru.

pil biru

Padahal, jika merujuk pada fakta medis, penyakit ini paling banyak menyerang perempuan dan anak-anak. "Kami masih terus berusaha mencari jenis obat lain karena belum ada penelitian yang kuat terkait manfaat dari sildenafil ke pasien hipertensi paru anak dan bayi," tambah Ahli Hipertensi Paru Prof. Dr. dr. Bambang Budi Siswanto, SpJP (K).

Hipertensi paru dan bedanya dengan hipertensi

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang terjadi di pembuluh darah. Sedangkan, hipertensi paru (pulmonary hypertension) menurut Prof.Dr. dr. Bambang Budi Siswanto, Sp.JP(K), FAsCC, FAPSC, FACC adalah tekanan darah tinggi yang terjadi di pembuluh darah paru, baik di arteri maupun vena paru.

Tekanan darah tinggi paru terjadi karena saluran (arteri pulmonal) yang membawa darah dari jantung ke paru-paru menyempit atau menebal. Kondisi ini membuat jantung kanan harus bekerja lebih keras untuk memompa darah tersebut menuju paru-paru.

Berbeda dengan hipertensi pembuluh darah yang biasa kita kenal, terjadi karena adanya peningkatan yang persisten dari tekanan pembuluh darah arteri, yakni tekanan diastolik di atas 95 mmHg. Sedangkan tekanan darah yang normal umumnya tekanan sistolik tidak melebihi 140 mmHg dan diastolik tidak melebih 90 mmHg.

Untuk penyakit ini, lebih sering ditemukan pada usia muda dan usia pertengahan, dengan rasio perbandingan perempuan lebih berisiko terjangkit daripada laki-laki. Hal ini terjadi karena perempuan memiliki perubahan hormonal, mudah terkena pengentalan darah, dan efek dari konsumsi obat pelangsing.

Jika kamu ingin merasakan bagaimana rasanya bernapas seperti pasien dengan hipertensi pulmonal, maka kamu bisa mencoba cara di berikut ini:

1. Siapkan sedotan

2. Letakan di mulut

3. Tutuplah hidung

4. Lalu cobalah untuk menarik napas dan membuang napas dari mulut.

Rasa sesak dan tidak nyaman yang terasa berat di dada itulah yang dirasakan oleh pasien yang mengidap hipertensi pulmonal.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement