Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Meninggalnya Haringga Sirila karena Dikeroyok Didasari Fanatisme Berlebih? Ini Kata Psikolog

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 24 September 2018 |19:05 WIB
Meninggalnya Haringga Sirila karena Dikeroyok Didasari Fanatisme Berlebih? Ini Kata Psikolog
Ilustrasi suporter (Foto: Dok.Okezone)
A
A
A

"Biasanya, suporter yang fanatik memiliki pandangan yang sempit terhadap tim sepakbola yang dia dicintai dan sangat antusias atau bersemangat untuk mendukung timnya dan biasanya ditunjukkan dengan perilaku yang irrasional saat kalah atau timnya dicemooh," papar Psikolog Mei saat dihubungi Okezone, Senin, (24/9/ 2018).

Psikolog Mei melanjutkan, sebetulnya suporter sepakbola itu ada dua sisi; Sisi pertama adalah mereka yang negatif. Pada kelompok ini, mereka biasanya yang bikin onar, rusuh, dan biasanya mereka akan merasakan kepuasan saat situasi semakin tak terkendali. Mereka juga punya tujuan agar penonton menjadi tidak nyaman.

Sementara itu, kelompok suporter sepakbola lainnya adalah mereka yang positif. Di mana, biasanya mereka menjadikan sepak bola sebagai tontonan, hiburan, dan memberi dukungan pada tim favoritnya.

haringga

(Foto: Haringga Sirila/Facebook)

Nah, terkait dengan aksi brutal para oknum dan kaitannya dengan fanatisme, Psikolog Mei menuturkan bahwa hal ini memang ada kaitannya, bahkan dipandang sebagai penyebab menguatnya perilaku agresif. Mereka yang tergolong dalam fanatik sepakbola cenderung kurang terkontrol dan rasional.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement