Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

100 Anak di Riau Cacat Akibat Sindrom Rubella Akut, Waspadai Dampak Tak Vaksin MR

Dewi Kania , Jurnalis-Kamis, 13 September 2018 |14:02 WIB
100 Anak di Riau Cacat Akibat Sindrom Rubella Akut, Waspadai Dampak Tak Vaksin MR
Ilustrasi (Foto: Vancitybuzz)
A
A
A

Sebab, anak-anak bisa hidup dengan kecacatan yang menurunkan kualitas hidupnya, serta masa depannya terganggu. Hal ini sangat disayangkan oleh pemerintah dan diharap kejadian serupa tidak terjadi di provinsi lainnya.

Lebih lanjut, terang Anung sindrom rubella kongenital (CRS) adalah kondisi yang terjadi pada bayi saat berkembang di dalam rahim ibunya, namun terinfeksi virus rubella. Penyakit ini dapat mempengaruhi hampir semua organ tubuh bayi yang sedang berkembang.

"Wanita hamil yang terkena rubella berisiko keguguran atau lahir mati. Bayi mereka yang sedang berkembang juga berisiko mengalami cacat lahir, yang berat dengan konsekuensi yang menghancurkan dan seumur hidup," jelasnya.

Cacat lahir paling umum dari sindrom rubella akut ini meliputi tuli, katarak, cacat jantung, cacat intelektual, kerusakan hati dan limpa, berat badan lahir rendah, hingga mengalami ruam kulit saat lahir.

Anung mengimbau masyarakat agar mengikuti program vaksin MR fase dua, khususnya bagi masyarakat di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Pemberian vaksin MR itu dilaksanakan hingga akhir September 2018.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement